Kamis, 25 Februari 2010

Resik2Omah

Daily Cleaning

Tujuan: Menghilangkan kotoran ringan (debu, sampah, air, soap scum, water scale) yang menumpuk selama 1-2 hari.

Pada permukaan: dinding, lantai, furniture, upholstery (sofa, kursi, telephone, lampu meja, pegangan pintu, dll) peralatan sanitair kamar mandi serta fixtures (keran, tissue holder, shower head dll.)

Jenis teknik pembersihan:

1. Dusting: berasal dari istilah bahasa inggris dust yang berarti debu, pada proses dusting ini ada dua jenis, yang pertama adalah dry dusting dan yang kedua adalah damp dusting.

    1. Dgry dustin atau yang lebih dikenal dengan lobby dusting bertujuan untuk membersihkan debu-debu yang ada di lantai, menggunakan alat yang dinamakan acrylic lobby duster, tanpa bahan pembersih apapun. Dengan daya magnet yang terjadi dari gesekan antar benang acrylic maka debu, kertas, rambut dan pasir akan menempel di benang-benang lobby duster. Untuk melepaskan kotoran cukup dengan di goyangkan ke atas-bawah, untuk hasil maksimal gunakan dry vacuum cleaner.
    2. Damp dusting bertujuan untuk membersihkan debu yang menempel pada permukaan furniture, head board, lampu meja, telephone dll. Menggunakan cleaning cloth (biasanya menggunakan OO sheet atau OO towel katun) dengan alat bantu ember kecil untuk mencuci lap yang sudah kotor. Bahan pembersih yang digunakan adalah OC. Multi Purpose Cleaner.

2. Sweeping: berasal dari istilah bahasa inggris sweep yang berarti sapu. Pada proses pembersihan ini bertujuan untuk membersihkan kotoran atau sampah yang lebih besar dari debu yang tidak dapat dibersihkan dengan teknik dusting, menggunakan sapu ijuk atau sapu plastik dan dust pan. Bekerjalah dari sudut terjauh ke arah pintu masuk, jika bekerja di Public Area perhatikan arah angin (jangan melawan arah angin)

3. Damp Moping: Mop head ada beberapa jenis, yang biasa digunakan memiliki berat 300gr dan 400gr dan terbuat dari katun. Menggunakan Single bucket dengan presser untuk memeras mop head yang basah. Menggunakan bahan pembersih Multi Purpose Cleaner (MPC) Sigla R-600. Lakukan moping dari sudut terjauh ke arah pintu masuk, gerakan angka 8 sangat efektif untuk membersihkan lantai.

4. Wet Moping: sangat effektif untuk mengangkat kotoran yang menempel di hampir semua jenis lantai serta membersihkan kotoran yang terperangkap di nat lantai. Menggunakan double bucket, presser diposisi bucket warna biru yang berisi air bilas, sedangkan bucket warna merah diisi dengan air dan MPC/Sigla R-600. Gunakan mop bersih untuk mendapatkan hasil yang optimal.

    1. Celupkan mop di bucket merah, angkat dan langsung tebarkan ke lantai hingga basah merata (jangan di peras)
    2. Peras mop yang digunakan, kemudian kembali ke posisi semula anda memulai wet moping.
    3. Lakukan gerakan angka 8 seperti pada teknik damp moping, bagi menjadi 3 bagian
    4. Lakukan damp moping di bagian pertama, kemudian bilas mop di bucket biru, peras hingga lembab.
    5. Lakukan pada bagian ke-dua, bilas mop anda di bucket biru, peras hingga lembab, lakukan pada bagian ke-tiga, bilas mop anda, peras hingga lembab.
    6. Siapkan area kerja untuk melaksanakan wet moping selanjutnya (mengulang point a – e).

5. Scrubing : Teknik ini dilakukan dengan tujuan mengangkat kotoran yang menempel, baik di lantai maupun di dinding. Menggunakan alat sponge atau pad (warna tergantung dari permukaan yang dibersihkan) untuk permukaan marmer gunakan sponge atau pad putih, permukaan keramik dapat menggunakan pad merah.

6. Brushing : Dikenal dengan istilah menyikat. Ada beberapa jenis sikat yang digunakan, hand brush (sikat tangan), floor brush (sikat bertangkai). Teknik ini bertujuan untuk membersihkan kotoran yang menempel di permukaan yang tidak dapat dijangkau dengan teknik sweeping dan moping.

7. Rinsing : Pembilasan bertujuan untuk membersihkan dinding dari sisa kotoran yang sudah lepas dan menetralisir pH permukaan dari sisa bahan pembersih sehingga mencapai pH netral.

8. Buffing : Setelah proses pembersihan, pembilasan dan pengeringan biasanya meninggalkan suatu lapisan yang menyerupai kabut tipis yang terjadi karena lap yang digunakan kurang bersih atau sisa penguapan air. Proses buffing menggunakan lap yang benar-benar bersih akan menghasilkan permukaan yang bersih dan tanpa ada kotoran.

9. Vacuuming : Penghisapan debu menggunakan mesin bertujuan untuk melepaskan kotoran yang terperangkap di kain (sofa/head board) dan di lantai karpet, dengan gerakan maju mundur diharapkan sebagian besar debu dan kotoran lain akan terhisap masuk ke dalam filter mesin. Periksa filter mesin secara berkala agar filter berfungsi dengan baik dan kotoran yang terhisap akan maksimal.

10. Washing : Pencucian yang dimaksud adalah untuk permukaan kaca dengan kotoran medium, misalnya di area dapur yang terjadi karena penguapan air dan minyak. Gunakan Multi Purpose Cleaner untuk mencuci kaca dengan alat bantu sponge, bilas dan diakhiri dengan pembersih kaca.

11. Squeezing : Squeeze sendiri mempunyai arti peras, alat yang digunakan memiliki nama asli Glass Squeegee, fungsi dari alat ini adalah menurunkan kadar air dan pembersih kaca di permukaan kaca yang dibersihkan. Gerakan yang dilakukan dapat dari kiri ke kanan atau dari atas ke bawah, selalu lakukan dari tepi, jangan dari tengah kaca karena akan meninggalkan garis air yang mengering. Periksa kondisi karet alat tersebut, robekan di karet squeegee akan menghambat pekerjaan kita.

12. Intermediate cleaning : untuk perawatan karpet dikenal adanya intermediate cleaning, bertujuan untuk mengangkat kotoran pada permukaan karpet, berbentuk serbuk putih yang ditebarkan di permukaan karpet, serbuk ini akan bekerja menyerap kotoran hanya di permukaan karpet sehingga dalam waktu singkat karpet tampak bersih.


General Cleaning:

Tujuan: Menghilangkan kotoran sedang (debu, sampah, air, soap scum, water scale) yang menumpuk selama 1-3 bulan.

Pada permukaan: dinding, lantai, furniture, upholstery (sofa, kursi, telephone, lampu meja, pegangan pintu, dll) peralatan sanitair kamar mandi serta fixtures (keran, tissue holder, shower head dll.)

  1. Polishing : Ada beberapa jenis polishing yang biasanya dilakukan oleh HK.

a. Floor Polishing: menggunakan floor polisher low speed (175-180 rpm) Chemical yang digunakan : MPC (marble polishing coumpound)

b. Wall Polishing: menggunakan hand polisher multiple speed (0-1000-3000 rpm)

c. Metal Polishing: menggunakan lap katun dan lap khusus untuk perak dan emas. Chemical yang digunakan : Amor, Helios, Lemon Eze

d. Furniture polishing: menggunakan lap katun. Chemical yang digunakan : OC. Furniture Polish

  1. Brushing : Gunakan rotary brush (menggunakan floor polisher) untuk membersihkan kotoran yang menempel di permukaan yang tidak dapat dijangkau dengan pembersihan sehari-hari. Kerjakan dengan teman anda yang melaksanakan wet vacuuming setelah lantai anda sikat sehingga kotoran akan segera dapat diangkat dari lantai beserta air yang digunakan pada metode brushing. Bilas setelah pekerjaan selesai menggunakan mop bersih.

  1. Stripping : Dikenal sebagai teknik pengupasan, dapat dilaksanakan menggunakan bahan kimia Bendurol G-105 (floor stripper dengan pH 10-12) ataupun menggunakan peralatan (kapi). Untuk lantai kayu (parquette) gunakan Bendurol G-105 dicampur dengan air 1:10, dapat dibantu dengan floor polisher dengan pad coklat, jika ada wax yang sangat tebal gunakan kapi untuk mengangkatnya. Bilas 3 kali menggunakan mop dan air bersih.

  1. Extraction : Menggunakan mesin karpet extractor. Ada dua jenis mesin extractor:

a. Carpet Extraction : dengan dua tabung di dalam mesin, tabung yang lebih kecil digunakan untuk mencampur bahan pembersih dengan air, tabung yang besar digunakan untuk menampung air kotor. Cara kerja mesin yaitu dengan menyemprotkan air dengan bahan pembersih ke karpet dan langsung dihisap lagi dan ditampung dalam kontainer (seperti pada wet vacuum cleaner). Chemical yang di gunakan Floordress T510

b. Automatic Shampooing Machine : Pada mesin ini ada 3 fungsi dijadikan satu, extraction atau penyemprotan, brushing atau lebih kita kenal dengan penyikatan dan vacuum. Jadi pada saat yang hampir bersamaan kita dapat melaksanakan 3 pekerjaan sekaligus. kegunaan masing-masing fungsi: extraction digunakan untuk menyemprotkan air dan bahan kimia ke dalam karpet, kemudian disikat untuk melepaskan kotoran pada karpet yang kemudian di hisap dengan wet vacuum cleaner, pada tahap akhir gunakan Blower. Chemical yang di gunakan Floordress T500

Restoration Cleaning

Tujuan: Menghilangkan kotoran berat (dirt, soap scum, water scale) yang menumpuk selama 3-5 tahun. Seperti pada lantai parquette, marmer, terazzo

Pada permukaan: dinding & lantai, peralatan sanitair kamar mandi serta fixtures (keran, tissue holder, shower head dll.)

  1. Stripping : Gunakan bahan kimia Bendurol G-105 atau peralatan yang tepat, pada lantai parquette yang menggunakan wax, lapisan wax harus diangkat semuanya pada proses restorasi, gunakan wax stripper atau floor stripper, jika ada penumpukan wax tebal maka gunakan kapi untuk mengangkatnya. Pada permukaan marmer khususnya pada kamar mandi maka yang menumpuk di permukaan dinding dan lantai marmer adalah soap scum dan water scale, cara yang paling effektif adalah menggunakan kapi yang tajam dan rata. Bilas hingga bersih agar prose polishing dapat dilaksanakan.

  1. Re-coating : Untuk lantai parquette proses stripping di lanjutkan dengan proses re-coating, yaitu untuk membentuk suatu lapisan wax baru, gunakan wax applicator untuk mendapatkan hasil maksimal, wax applicator ini sendiri ada dua model, yang pertama berbentuk flat sponge, yang kedua dinamakan flat mop. Chemical yang di gunakan Polybrite Prestige

  1. Polishing : Setelah proses stripping lantai/dinding marmer maka dilanjutkan dengan polishing, siapkan mesin hand/floor polisher, gunakan marble polishing compound (MPC)/ marble powder dengan pad merah, basahkan permukaan marmer sebelum di polish dengan marble polishing compound (MPC) / marble powder, bilas sesegera mungkin untuk menghindari noda asam. Lanjutkan pekerjaan polish dari atas ke bawah sampai semua permukaan kembali mengkilat, pada sudut yang tidak terjangkau mesin gunakan pad merah dan marble polishing compound (MPC) / marble powder secara manual.

  1. Shampooing : Gunakan sikat shampoo khusus untuk melaksanakan shampooing di karpet (menyerupai rambut kita). Siapkan bahan pembersih dengan busa yang banyak (Floor Dress T500), karena busa yang dihasilkan yang akan bekerja mengangkat kotoran dari dasar karpet. Yakinkan karpet yang anda bersihkan tahan dengan bahan pembersih yang akan digunakan, coba sedikit di pinggiran karpet dengan lap putih, jika ada warna yang terangkat ganti bahan pembersih anda dengan yang lebih lembut. Dimulai dari sudut/pinggir karpet dengan membuat busa yang banyak, tebarkan busa ke karpet yang lain hingga merata, tambahkan bahan pembersih jika busa dirasa kurang. Gunakan wet vacuum cleaner untuk mengangkat kotoran yang terperangkap dalam busa. Dilanjutkan dengan pengeringan dengan Blower.

5 Cleaning Factors:

  1. Time : waktu yang dibutuhkan oleh bahan pembersih untuk bereaksi dengan kotoran yang menempel dipermukaan. Antara 1-2 menit saja pada proses daily cleaning.

  1. Temperature : suhu yang digunakan antara 30-60 derajat celcius. Suhu akan membantu proses pembersihan lantai yang berminyak, lebih meng-effektifkan kerja bahan kimia.

  1. Chemical Action : Reaksi kimia, dengan mengenal sifat kotoran dan pemilihan bahan pembersih yang tepat akan effektif dalam mengangkat kotoran.

  1. Mechanical Action : Gerakan atau gosokan alat dan mesin yang membantu dalam proses pembersihan, seperti sikat atau pad.

  1. Procedure : Diatas semua faktor, yang paling penting adalah prosedur pembersihan, dengan prosedur yang benar akan meng-optimalkan hasil kerja anda

Cleaning Procedures:

(4S RD)

Spray: Semprotkan Rinse: Bilas

Spread: Ratakan atau Tebarkan Dry: Keringkan

Stay: Beri waktu

Scrub: Gosok

Alkalinity/Acidity

Asam

Netral

Basa

pH1 pH7 pH14

Kotoran:

Asam: Semua hasil reproduksi badan manusia, hewan dan tumbuhan. Soap scum, tanah, wax. Dll

Alkali: Kapur, water scale, semen. Dll

Bahan Pembersih:

Asam: Marble Powder, Pembersih kamar mandi, Lime A Way, HCl.

Alkali: MPC, stripper, glass cleaner, deterjen, degreaser. Bendurol

Chlorine: (pemutih) destainer.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar